Menjadi Teladan

Wanita Teladan

Kehidupan orang Kristen dewasa ini dalam keadaan serba sulit. Jangankan berbuat salah, berbuat benarpun dianggap salah; terlebih dalam kita beribadah, ada aturan-aturan dan batasan-batasan yang selalu menghalangi kebebasan dalam beribadah. Tetapi apakah dengan keadaan yang demikian lalu kita putus asa, mengeluh dan termenung menunggu nasib ?

Justru dizaman seperti inilah kita harus tunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki watak Kristus, Tuhan kita. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengatakan “Janganlah seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu…” (1 Timotius 4:12-13).

Sekarang ini, orang dunia tidak bertanya berapa kali kita berbakti kepada Tuhan, tetapi yang mereka ingin tahu ialah apa yang ada didalam kita. Jika dalam hidup ini kita tidak bisa menunjukkan bahwa kita punya watak Kristus, orang Kristen yang memiliki hidup yang tertib, bagaimana mungkin kita bisa menangkan mereka buat Tuhan? Kita dituntut untuk menjadi teladan yang baik didalam segala hal, baik dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian. Dan memang kita harus berbeda dengan orang dunia.

Mental Juara

Mental Juara

Ayat Renungan: Mazmur 27:1-6

Daud dan Paulus mengerti benar pentingnya mentalitas juara. Meski sudah menjadi Raja, faktanya hidup Daud tidak mulus. Berbagai persoalan menimpa. Tapi kondisi ini gak membuat Daud terpuruk dan berhenti percaya pada Tuhan. Justru sebaliknya Daud makin bergantung pada Tuhan sebagai benteng pertahanan yang tidak akan goyah. Hal yang disama ditunjukan juga oleh Paulus, bukan hanya sekali atau dua kali dihadang persoalan, mulai dari yang sepele sampai yang berat disepanjang masa pelayanannya. Mulai dari kekurangan fasilitas sampai diancam akan dibunuh, ajaran spiritisme sampai ajaran yang hanya mengandalkan logika. Pendek kata, baik persoalan pribadi hingga komunitas gak menyurutkan semangatnya untuk berjuang. Paulus dan Daud punya Mentalitas Juara.

Bagi Daud dan Paulus, segala hambatan tidak menghentikan langkah mereka sebab mereka tahu kepada siapa mereka percaya. Mereka mengerti benar nilai-nilai apa yang mereka yakini. Sebagaimana dua hamba Tuhan itu, di tengah pembatas yang sering mengurung, ayo kita melejit bersama kuasa Tuhan yang tidak dapat dihambat oleh siapa pun atau apapun.

Tetap Berprestasi di tengah keterbatasan diri merupakan bukti campur tangan Tuhan

Mengandalkan Tuhan

Mengandalkan Tuhan

Banyak orang mengandalkan kekuatannya sendiri, karena menganggap mampu dan segala sesuatu sudah cukup dan tidak perlu bantuan orang lain, apalagi bantuan dari Tuhan.

I. SIAPA YANG KITA ANDALKAN ? – HANYA TUHAN

Yer.17:8 Hidup kita bukan mengandalkan diri sendiri tetapi hanya mengandalkan Tuhan.

Ams.3:5 Jangan mengandalkan pengertianmu sendiri, tetap percayalah kepadaNya.

Maz.37:5 Percayalah kepadaNya dan serahkan khawatirmu kepadaNya, Ia akan bertindak

Yang kita andalkan adalah tidak mengecewakan, yang kita andalkan adalah menepati janjiNya. Tuhan akan bertindak dan akan mendatangkan kebaikan bagi yang setia, mengasihi, melayani, serta percaya, berserah, berharap, dan mengandalkan Tuhan.

II. APA YANG KITA ANDALKAN DARI TUHAN? – KEKAYAAN DAN KUASA TUHAN

1 Tim.6:17b Segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita untuk dinikmati.

Ayub 12:10b Nyawa dan nafas kita adalah Allah yang memberi.

Yer.10:10 Kuasa Allah luar biasa dan sangat menakutkan.

Mat.6:33 Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Efs.2:1-4 Allah kaya dengan rahmatNya. AnugerahNya, kasihNya yang begitu besar kepada kita.

Hidup kita yang kita perlukan bukan hanya kepentingan jasmani, tetapi yang lebih utama adalah jiwa roh kita, kita hidup bukan hanya dari roti saja melainkan dari firman yang keluar dari mulut Allah.

III. MENGAPA KITA MENGANDALKAN TUHAN ? – KITA TIDAK ADA DAYA

Maz.37:37 Orang yang tulus hatinya; jujur; suka damai; akan ada masa depan.

Yes. 43:2 Apabila engkau menyeberangi sungai, tidak akan hanyut; dan apabila engkau menyeberangi api, engkau tidak akan terbakar; sebab Tuhan menyertai engkau.

Yes.38:15-16 Apakah yang akan kukatakan kepada Tuhan, Dia yang melakukan segala sesuatu.

Maz.37:23-24 Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadanya. Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang dengan tanganNya

Maz.37:5 Serahkanlah hidupmu kepadaNya dan percayalah kepadaNya Ia akan bertindak.

IV. KAPAN KITA MENGANDALKAN TUHAN ? – SELAMA-LAMANYA

Yes.26:3-4 Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepadaMu.

Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya.

Maz.62:8-10 Pada Allah ada keselamatan, ada kemuliaan, ada kekuatan, ada perlindungan, percayalah kepadaNya setiap waktu.

PENUTUP

Pada saat-saat yang demikian ini, berhubungan dengan keadaan di negara kita yang mengalami gejolak moneter dan krisis ekonomi, kita perlu menaruh harap dan segala apa yang terjadi pada kita dalam pelbagai hidup ini, kita perlu berserah, percaya, serta mengandalkan Tuhan saja. Tidak ada yang mampu menolong kita, dan tidak ada yang dapat kita andalkan kecuali Tuhan. Kita tidak ada daya dan tidak mampu mengatasai kesulitan ini dengan kekuatan kita sendiri.

Ingat bahwa Allah Maha Kaya dan percayalah untuk selama-lamanya. AMIN

Iman Jemaat Yang Bertumbuh

Bertumbuh

Pertumbuhan iman yang sejati dalam Jemaat Tuhan mencakup 5 segi:

  1. Setiap anggota Jemaat perlu bertambah akrab melalui persekutuan
  2. Bertambah bersungguh-sungguh melalui pemuridan/kelompok PA/sel
  3. Bertambah kuat melalui ibadat/kebaktian
  4. Bertambah besar melalui pelayanan
  5. Bertambah luas melalui penginjilan. Injil adalah kabar baik (Kis. 2:42-47)

Pertumbuhan bukan hanya memerlukan pengabdian, doa yang sungguh-sungguh, setia Firman Allah, konsisten dan kerja keras. Melainkan juga hikmat (Pkh. 10:10). Setiap anggota Jemaat perlu mempertajam kapaknya dan memperbaharui kecakapan dan keterampilan (I Kor. 3:10)

I. Pertumbuhan Iman Jemaat Diperlukan Kerjasama Tuhan dan Manusia

Melalui: (1) Kuasa Allah dan (2) Usaha-usaha manusia (I Kor. 3:6,9)
Tuhan melakukan bagiannya setelah kita melakukan bagian kita.
Pertumbuhan jemaat dianalogikan seperti:

  1. Menanam dan mengelola kebun milik Tuhan (I Kor 3:5-9)
  2. Membangun bangunan Tuhan (I Kor 3:10-13)
  3. Memanen lading Tuhan (Mat 9:37-38)
  4. Mengembangkan tubuh Kristus (Rom 12:4-8; Efs 4:16)

Tuhan sedang menunggui pekerjaan-Nya melalui kita (manusia)

II. Kunci Rahasia Agar Iman Jemaat Bertumbuh

  1. Bertumbuh melalui pengajaran/pelayanan di sekolah minggu
  2. Melalui kelompok-kelompok kecil/sel, PA di rumah-rumah
  3. Melibatkan diri dalam berbagai bentuk pelayanan Jemaat
  4. Melibatkan diri dalam program kunjungan dan penginjilan

Tuhan menghendaki kesetiaan dan buah kita (hidup Kristen yang berbuah)

  1. Kita dipanggil Tuhan untuk menghasilkan buah (Yoh 15:8,16)
  2. Menghasilkan buah menyenangkan hati Tuhan (Kol 1:10)
  3. Tuhan Yesus menyediakan hukuman terberat untuk orang Kristen yang tidak menghasilkan buah. Misalnya: Mat 21:19. Bangsa Israel kehilangan hak istimewanya karena mereka tidak berbuah (Mat 21:43). Misalnya buah pertobatan (Mat 3:8; Luk 13:5-9). Hidup yang mempraktekkan kebenaran (Mat 7:16-21; Kol 1:10). Doa yang dikabulkan (Yoh 15:7-8). Uang persembahan (Rom 15:28). Perangai seperti Kristus dan rela membawa jiwa-jiwa kepada-Nya (Rom 1:13)

Pertumbuhan iman kita nyata jika kita menghasilkan buah sebanyak mungkin sesuai karunia, kesempatan dan potensi yang kita miliki (Rom 11:29). Pertumbuhan iman Jemaat sehat jika memiliki tujuan Allah yang kekal sesuai Firman Tuhan.

III. Pertumbuhan Iman Jemaat Yang Sehat

Masing-masing anggota Jemaat harus saling membangkitkan semangat juang dan misi Allah (I Kor 1:10)

Berfokus pada tujuan, yaitu: mengasihi Tuhan sepenuh hati, mengasihi manusia, rela pergi memberitakan Injil dan memuridkannya, membaptiskannya sesuai Alkitab, mengajarkan Firman Tuhan terus menerus (Kol 1:28-29; Mat 28:19-20), mentaati Firman Tuhan.

Kesimpulan

Kita seharusnya menjadi anggota jemaat yang:

  1. Efektif : Melakukan hal-hal yang benar sesuai Firman Tuhan
  2. Efesien : Melakukan sesuatu dengan benar, sebagai pelaku-pelaku Firman Tuhan

Pentingnya Kebaktian/Ibadah Di Gereja

Ibadah Di Gereja
  1. Tujuan kebaktian/ibadah dan penyembahan kita.
    1. Untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan Allah (1 Kor 10:31)
    2. Untuk melayani Tuhan Allah (Kolose 3:17; Ibrani 10:24-25)
  2. Alasan mengapa kita harus beribadah.
    1. Karena Tuhan Allah sendiri memerintahkannya (Yoh. 4:24)
    2. Karena hanya Tuhan Allah yang berhak menerima penyembahan
      (Wahyu 5:11-12)
  3. Sikap kita dalam beribadah/penyembahan di hadirat Tuhan Allah.
    1. Dengan sikap menyembah Allah dengan seluruh keberadaan kita, segenap roh, jiwa dan tubuh kita (Ibrani 10:22; Ul. 10:12)
    2. Dengan segala kerendahan hati (1 Taw. 7:14)
    3. Mengakui segala dosa/bertobat (1 Yoh. 1:8-10)
    4. Dengan Iman dalam Tuhan Yesus Kristus (Ibrani 11:6)
    5. Dalam pimpinan Roh Kudus (Galatia 5:22-26)
    6. Pengalaman kita pribadi kepada Tuhan Allah sangat tergantung pada penyerahan pribadi kita sendiri kepadaNya (Roma 12:1-2)
  4. Kebaktian/Persekutuan dengan Tuhan Allah
    Didalam Jemaat, kita bersekutu dengan Allah Bapa, Allah Anak, dalam Roh Kudus dan dengan anak-anak Allah (keluarga Allah, yaitu saudara2 seiman lainnya) (1 Yoh. 1:1-7; Efs. 2:19-21)

    1. Kita harus terus bertekun dalam menerima pengajaran (Kis. 2:42)
    2. Dalam bersekutu kita saling menolong, menguatkan, saling menasehati dan melayani satu sama lain (1 Pet. 4:10-11)
    3. Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Jemaat dan anggota2 Jemaat adalah tubuh Kristus (1 Kor. 12:12-26)
    4. Masing2 anggota mempunyai fungsi/talenta/karunia masing2 tetapi saling diperlukan dan melengkapi Jemaat Tuhan untuk saling mendorong dan menguatkan Jemaat untuk maju & kuat
    5. Komposisi/keberadaan Jemaat Kristus sebagai berikut :
      1. Merupakan satu tubuh Kristus (1 Kor. 12:12)
      2. Mempunyai satu Roh, yaitu Roh Kudus (1 Kor. 12:13)
      3. Terdiri banyak anggota, tetapi satu tubuh Kristus
      4. Masing2 anggota mempunyai karunia ber-beda2 tetapi saling membutuhkan dan dibutuhkan (1 Kor. 12:15-20)
      5. Ada anggota Jemaat yang lemah, tetapi paling dibutuhkan
      6. Ada anggota yang tidak mulia, tetapi Tuhan memberikan penghormatan khusus (1 Kor. 12:22-23)
      7. Tuhan Allah menghendaki Jemaat tetap bersatu dan tidak boleh ada perpecahan, jemaat harus teguh dan kuat (1 Kor. 12:25)
      8. Masing2 anggota saling memperhatikan (1 Kor. 12:25)
      9. Jika ada anggota Jemaat yang menderita, yang lain ikut menanggungnya, sedangkan jika ada anggota yang mendapat penghormatan, yang lain ikut bersukacita (1 Kor. 12:26)
  5. Penerapan dalam hidup kita
    1. Kita harus tekun dan setia, menjadi pendorong dan semangat, dan menjadi teladan satu sama yang lain (1 Tim. 4:12; 1 Tim. 3:10)
    2. Kita harus mengutamakan jam-jam dan hari-hari beribadah untuk menghadap tahta kasih karunia Tuhan Allah (Ibrani 4:15-16)
    3. Kita tidak boleh malas, tetapi rajin dan kuat rohani (Roma 12:11)
    4. Kita harus terus menerus bersekutu dengan sungguh2 (1 Tim. 4:8)
    5. Hidup kita harus terus untuk memuliakan Tuhan Allah (Kol. 3:17)
    6. Kita sangat rugi dan berdosa jika tidak datang beribadah